Kamis, 19 Maret 2015

Guru sebagai Figur

Unknown   at  05.46  No comments



 
 Foto bersama ibu Suharsimi Arikunta

Guru Sebagai Figur
Salah satu guru besar Universitas Negeri Yogyakarta, yang ditugaskan kembali setelah masa pensiun, dan sampai sekarang masih selalu menghasilkan karya tulis. Karya tulis tersebut berupa buku yang dipergunakan dikalangan perguruan tinggi, saat ini telah berusia 78 tahun. Beliau adalah ibu Suharsimi Arikunta. Ketika memberikan kuliah, beliau mengatakan bahwa " Guru itu sebagai figur bagi para siswanya, bagi masyarakat, harus bisa memilah, memilih dalam menentukan prioritas. Harus memahami sifat dan karakter anak didiknya...".
Konsep belajar observasional memperlihatkan bahwa seseorang dapat belajar dengan mengamati orang lain. Melakukan apa yang dipelajari. Karena itu perlu diperhatikan agar para siswa lebih banyak diberikan kesempatan untuk mengamati model-model perilaku yang baik, dan mengurangi kesempatan untuk melihat model yang kurang baik.
Guru adalah figur manusia yang menempati posisi dan memegang peranan penting dalam pendidikan. Ketika semua orang mempersoalkan masalah dunia pendidikan, figur guru mesti dilibatkan dalam agenda pembicaraan terutama yang menyangkut persoalan pendidikan formal di sekolah. Hal itu tidak dapat disangkal, karena lembaga pedidikan formal adalah dunia kehidupan guru. Sebagian besar waktu guru ada di sekolah sisanya ada di rumah dan masyarakat.
Guru sebagai figur sentral dalam dunia pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar. Oleh karenanya diharapkan seorang guru mempunyai ciri khas kepribadian yang ideal sesuai dengan persyaratan psikologis pedagogis. Dalam pengertian sederhana bahwa guru adalah orang yang memberikan ilmu.

Tags:
About the Author

Write admin description here..

Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

0 komentar:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengunjung

© 2013 Goresan Senja. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9Published..Blogger Templates
Blogger templates. creative by Ahmad.